Spesial moment
Momen yang tak terlupakan bagi saya
yaitu ketika saya pertama kali seleksi team sepak bola junior di kebumen,
ketika itu saya bersama 6 teman saya berngkat dari ungaran ke kebumen,namun
kendala bagi saya yaitu biaya ke kebumen saya tidak punya uang, dan saya
akhirnya menjual burung kesayangan saya ke teman saya seharga 350 ribu dan
saya gunakan untuk berangkat ke kebumen,
saya sampe kebumen pukul 02.00 pagi ketika itu nomer yang dikasih buat
menghubungi orang yang akan menjemput saya disana ternyata nomernya sudah tidak
aktif,dan saya bersama 6 teman saya memutuskan untuk tidur di depan toko sampe
subuh setelah subuh baru orang yang tadi nomernya tidak aktif bisa dihubungin
dan langsung dijemput lalu langsung menuju lapangan sepak bola untuk mengikuti
seleksi, seleksi dimulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 11.00, ketika seleksi saya sangat antusias dan semangat banyak
teman baru yang baik dan orang asli sana ketika itu ada pemain yang seperti
menjadi anak emas bagi pelatih dan mengalami benturan dengan saya sampe pemain
itu cidera dan saya langsung dimarai oleh pelatih itu, setelah selesai seleksi
diumumkan siapa saja yang lolos mengikuti seleksi tersebut dan saya dinyatakan
tidak lolos akhirnya saya pulang dengan membawa uang 100.000 buat transport ke
ungaran, namun 6 teman saya dinyatakan lolos seleksi tersebut sehingga saya pulang
sendiri dari kebumen, saya kecewa namun saya mendapat pengalaman berharga
ketika pengorbanan apapun telah dilakukan namun kalau belum rejekinya mau di
gimana pun bakalan tidak bisa ,setelah itu saya sempat frustasi dan senpat
mempunyai keinginan untuk tidak main bola lagi namun saya ingat cita cita orang
tua saya yaitu ingin melihat saya berguna dan bisa di liat atau di dukung orang
banyak,
Setelah 3 tahun kemudian saya
mengikuti seleksi di psis u23 ketika itu saya pesimis karena banyaknya peserta
yang mengikuti seleksi itu berjalan selama kurang lebih satu minggu saya selama
satu minggu itu meninggalkan kuliah saya pada akhirnya sya diterima di psis u23
itu dan mengikuti liga 3 jateng saya sangat senang karena cita cita saya dan
orangtua saya bisa tercapai ketika itu saya bertandig pertama kali melawan
persik kendal di stadion citarum semarang disana banyak suporter dan saya
sangat senang dan antusias itu merupakan pengalaman pertama saya didukung
banyak suporter,ketika pertandingan selesai saya tidak percaya kedua orang tua
saya dan keluarga saya datang ke lapangan untuk melihat saya karena jarak
stadion dari rumah saya sangat jauh setelah itu saya mendapat gaji dan saya
buat untuk mentraktir keluarga saya, itu merupakan momen yang tak terlupakan di
kehidupan saya, saya percaya ketika ada kemauan dan restu dari orang tua semua
bakal bisa terjadi.
Andikha Alafgani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar