Bukan
sekedar mimpi
Hidup itu pilihan dan ketetapan
Tuhan. Perjuangan tidaklah semudah kita membolak balikan tangan. Setiap langkah
akan ada sebuah rintangan tetaplah berjalan sebagai mana semestinya dan
memiliki tujuan.
Aku merupakan gadis kecil desa yang
terlahir dari seorang ibu dan ayah yang hidup sederhana bukan seorang TNI
melainkan seorang petani hidup dengan keserderhanaan namun hangat akan
kebahagiaan. Aku kecil tidaklah seperti anak-anak yang lain yang
bisa menikmati masa kanak-kanaknya aku selalu dibawa ayah ibunya bekerja di
ladang berangkat pagi pulang petang itu
yang kerap dialaminya. Aku kecil tidak pernah merasakan nikmatnya bangku taman
kanak-kanak,dikarenakan aku hidup
dilingkungan pelosok jauh dari perkotaan,pada saat itu sekolahanpun masih
jarang terutama TK belum ada.
Aku mulai sekolah pada SD yang ada
di desa, orang tuaku selalu memberi nasihat untuk tetap sekolah
setinggi-tinggiya untuk mengapai cita-cita. Ayah dan ibunya tidak mau jika aku yang
nantinya akan menjadi panutan orang tua akan mengalami nasib seperti orang
tuaku. Orang tuaku selalu memberikan motivasi. Aku selalu berusaha menjadi anak
yang berbakti pada orang tua. aku termasuk anak yang cerdas dan memiliki psikomotorik
yang bagus. aku tergolong anak yang pandai dalam pelajaran olahraga terutama
pada cabor atletik yaitu lati jarak jauh maupun sprint.
Hingga aku menginjak dibangku SMP
orang tuaku tak bosan untuk memberinya motivasi hidup agar suatu saat nanti aku
dapat melanjutkan sekolah setinggi-tingginya.
aku selalu bersemangat untuk sekolah. aku juga memiliki prinsip untuk hidup
untuk merubah roda kehidupan. Tiap hari aku harus bangun pagi dan membantu ibu
di dapur, sembari sekolah aku membantu ibu menjajakan gorengan yang dibuat oleh
ibu. aku tak malu dengan apa yang dikerjakan
karena aku selalu perpegang teguh pada prinsip bahwa hidup tidak perlu
gengsi.
Sejak kecil aku memiliki cita cita
menjadi seorang guru, setiap di Tanya oleh seorang guru aku selalu menjawab
ingin menjadi guru. aku pun tidak tau alasanya mengapa aku ingin menjadi
seorang guru. Hingga dibangu SMP pun cita cita tersebut masih melekat didalam
diriku. Orangtuaku selalu mendukung apa yang dicita citakan, meskipun aku
berasal dari orang yang tidak mampu namun
memiliki semangat tinggi dan dukugan dari orang tua yang selalu
mendoakanku.
Setelah lulus dari bangku SMP aku
bersihkeras untuk melanjutkan kejenjang SMA, pada awalnya orang tuaku tidak
setuju karena soal biaya, namun aku selalu meyakinkan orangtuaku bahwa aku bisa
sekolah dengan sungguh sungguh dan bisa meraih prestasi untuk aku tetap bisa
melanjutkan study ku hingga cita-citaku tercapai. Hari hari kulalui dengan
penuh semangat belajar hingga tak terasa moment SMAku akan segera berlalu. 3
tahun telah kulalui dengan penuh suka duka. Disaat itulah aku mulai bimbang
akhirnya aku meminta restu orang tuaku untuk melanjutkan study, awalnya orang
tuaku tidak setuju dengan keputusanku untuk melanjutkan kuliah, namun aku
selalu meyakinkan orang tuaku agar memberikan doa restu aku juga berjanji pada
kedua orang tuaku bahwa aku akan kuliah dengan biaya siswa, awalnya orangtuaku
tidak sepenuhnya percaya, tetapi aku berusaha untuk meyakinkan orang tuaku
sehingga orang tuaku mengizinkanku untuk mendaftarkan diri di kampus tercinta
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.
Awalnya
aku sempat kecewa karena pada pendaftaran SNMPTN aku harus menerima kegagalan,
namun, dengan adanya kegagalan aku bisa bangkit dan banyak orang yang memberikan
motivasi untuk segera bangkit dan mencoba tes jalus SBMPTN, alhasil dengan
jerih payahku aku belajar. ALLAH berkhendak padaku bahwa aku diterima di UNIV
tercinta. Aku sangat bangga, aku bersyukur apapun yang sudah pahitnya aku
rasakan kini berbuah manis.
Namun, perjuanganku belum selesai sampai
disini masih banyak yang harus aku perjuangkan. Aku harus mampu menjalankan
amanah sehingga cita-citaku tercapai aku harus membuat kedua malaikat tanpa sayapku tersenyum bangga padaku. ayah ibu tunggu keberhasilan anakmu.
Sekian…….
By:
F.A (Fera Andriyani)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar