Minggu, 24 Maret 2019

Fera Andriyani 6102416021



Bukan sekedar mimpi
            Hidup itu pilihan dan ketetapan Tuhan. Perjuangan tidaklah semudah kita membolak balikan tangan. Setiap langkah akan ada sebuah rintangan tetaplah berjalan sebagai mana semestinya dan memiliki tujuan.
            Aku merupakan gadis kecil desa yang terlahir dari seorang ibu dan ayah yang hidup sederhana bukan seorang TNI melainkan seorang petani hidup dengan keserderhanaan namun hangat akan kebahagiaan. Aku  kecil  tidaklah seperti anak-anak yang lain yang bisa menikmati masa kanak-kanaknya aku selalu dibawa ayah ibunya bekerja di ladang  berangkat pagi pulang petang itu yang kerap dialaminya. Aku kecil tidak pernah merasakan nikmatnya bangku taman kanak-kanak,dikarenakan aku  hidup dilingkungan pelosok jauh dari perkotaan,pada saat itu sekolahanpun masih jarang terutama TK belum ada.
            Aku mulai sekolah pada SD yang ada di desa, orang tuaku selalu memberi nasihat untuk tetap sekolah setinggi-tinggiya untuk mengapai cita-cita. Ayah dan ibunya tidak mau jika aku yang nantinya akan menjadi panutan orang tua akan mengalami nasib seperti orang tuaku. Orang tuaku selalu memberikan motivasi. Aku selalu berusaha menjadi anak yang berbakti pada orang tua. aku termasuk anak yang cerdas dan memiliki psikomotorik yang bagus. aku tergolong anak yang pandai dalam pelajaran olahraga terutama pada cabor atletik yaitu lati jarak jauh maupun sprint.
            Hingga aku menginjak dibangku SMP orang tuaku tak bosan untuk memberinya motivasi hidup agar suatu saat nanti aku dapat melanjutkan sekolah  setinggi-tingginya. aku selalu bersemangat untuk sekolah. aku juga memiliki prinsip untuk hidup untuk merubah roda kehidupan. Tiap hari aku harus bangun pagi dan membantu ibu di dapur, sembari sekolah aku membantu ibu menjajakan gorengan yang dibuat oleh ibu. aku tak malu dengan apa yang dikerjakan  karena aku selalu perpegang teguh pada prinsip bahwa hidup tidak perlu gengsi.
            Sejak kecil aku memiliki cita cita menjadi seorang guru, setiap di Tanya oleh seorang guru aku selalu menjawab ingin menjadi guru. aku pun tidak tau alasanya mengapa aku ingin menjadi seorang guru. Hingga dibangu SMP pun cita cita tersebut masih melekat didalam diriku. Orangtuaku selalu mendukung apa yang dicita citakan, meskipun aku berasal dari orang yang tidak mampu namun  memiliki semangat tinggi dan dukugan dari orang tua yang selalu mendoakanku.
            Setelah lulus dari bangku SMP aku bersihkeras untuk melanjutkan kejenjang SMA, pada awalnya orang tuaku tidak setuju karena soal biaya, namun aku selalu meyakinkan orangtuaku bahwa aku bisa sekolah dengan sungguh sungguh dan bisa meraih prestasi untuk aku tetap bisa melanjutkan study ku hingga cita-citaku tercapai. Hari hari kulalui dengan penuh semangat belajar hingga tak terasa moment SMAku akan segera berlalu. 3 tahun telah kulalui dengan penuh suka duka. Disaat itulah aku mulai bimbang akhirnya aku meminta restu orang tuaku untuk melanjutkan study, awalnya orang tuaku tidak setuju dengan keputusanku untuk melanjutkan kuliah, namun aku selalu meyakinkan orang tuaku agar memberikan doa restu aku juga berjanji pada kedua orang tuaku bahwa aku akan kuliah dengan biaya siswa, awalnya orangtuaku tidak sepenuhnya percaya, tetapi aku berusaha untuk meyakinkan orang tuaku sehingga orang tuaku mengizinkanku untuk mendaftarkan diri di kampus tercinta UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.
Awalnya aku sempat kecewa karena pada pendaftaran SNMPTN aku harus menerima kegagalan, namun, dengan adanya kegagalan aku bisa bangkit dan banyak orang yang memberikan motivasi untuk segera bangkit dan mencoba tes jalus SBMPTN, alhasil dengan jerih payahku aku belajar. ALLAH berkhendak padaku bahwa aku diterima di UNIV tercinta. Aku sangat bangga, aku bersyukur apapun yang sudah pahitnya aku rasakan kini berbuah manis.
 Namun, perjuanganku belum selesai sampai disini masih banyak yang harus aku perjuangkan. Aku harus mampu menjalankan amanah sehingga cita-citaku tercapai aku harus membuat kedua malaikat tanpa sayapku tersenyum bangga padaku. ayah ibu tunggu keberhasilan anakmu.
 Sekian…….
                                                                                                            By: F.A (Fera Andriyani)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar